Penjual Es Degan Meninggal di Kios Dekat Stadion Gajah Mada, Polisi: Kondisi Mencurigakan Tidak Terkait Kekerasan

bidikkasusonline
0

 


KEDIRI , bidikkasus.online– Kasus kematian yang sedikit mencurigakan terjadi di Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren. Tepatnya di salah satu kios yang ada di dekat Stadion Gajah Mada. Seorang pria yang teridentifikasi sebagai penjual es degan ditemukan meninggal di salah satu kios di Ruko Wisma Asri, Jalan Brigjen Pol Imam Bahri kemarin.

Yang sedikit mencurigakan, kondisi mayat memiliki luka lecet di bagian pipi kiri. Namun, polisi menegaskan tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan. Sehingga diyakini bila korban bernama Suyadi, 49, itu meninggal karena sakit.

“Menurut tim Inafis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” jelas  Kanit reskrim Polsek Pesantren Iptu Dodik Wargo.

Lalu, apa yang menjadi penyebab meninggalnya warga asal Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto itu? Menurut Dodik, berdasarkan penelusuran, Suyadi memiliki riwayat sakit paru-paru dan hipertensi. Karena itu, diduga korban meninggal karena penyakit.“Setelah visum langsung kami serahkan ke keluarga,” jelasnya

Kematian Suyadi sendiri baru diketahui pagi  kemarin oleh teman korban Suwardi, 72. Berdasarkan keterangan pria ini, kemungkinan besar korban meninggal karena sakit. Sebab, malam hari sebelum penemuan mayat itu, korban mengeluh sakit perut. Kemudian bergegas ke lantai dua untuk tidur. Memang, kios tempat penemuan mayat itu biasa digunakan untuk tidur usai berjualan seharian.

Mbah wetengku lara, aku tak turu disek ya (mbah perut aku sakit, saya mau tidur dulu ya, Red),” ucap Suwardi sambil menirukan bicara Suyadi pada Kamis pukul 22.00 itu.

Pagi harinya, sekira pukul 5.30  Suwardi memanggil-manggil nama Suyadi. Tujuannya untuk membangunkan. Namun tidak ada jawaban dari kamar atas. Selanjutnya, Suwardi bergegas mengecek ke atas. Dia pun kaget ketika mendapati Suyadi tidur di lantai dalam keadaan tertelungkup. Kepala menghadap ke barat sedangkan tubuhnya tak berpakaian. Hanya bercelana pendek warna biru.

Murep iku ga ndek klosone tapi malah ndek sebelahe, langsung aku laporan RT,” bebernya. Setelah laporan ke RT, Suwardi bergegas ke rumah keluarga Suyadi yang ada di Kelurahan Bujel untuk mengabarkan keluarga Suyadi. (red.i)



Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)